Tuesday, November 23, 2004

My Jungle.....

Seorang kakek dan nenek sore itu sedang duduk diteras rumahnya, kedua orang tua itu tinggal disebuah desa yang dikelilingi gunung, didepan terhampar lapangan kosong, dimana anak-anak kecil sedang bermain dengan riang, permainan khas masyarakat pedesaan , kakek tua tersebut memandang gunung yang tidak jauh dari rumahnya, ada perasaan pilu didalam hatinya ketika melihat gunung itu, nun jauh disana terlihat kepulan asap diatas gunung, bukan kepulan kawah yang masih aktif, tapi kepulan asap pembakaran hutan, kepulan asap tersebut tidak satu titik , tapi ada puluhan titik api disana, gemeretak suara-suara kayu yang terbakar , seperti suara tangisan yang menyayat hati, jika pohon dapat bicara mungkin mereka akan menangis dan protes ke KOMNAS HAMnya pohon, karena hak mereka dirampas oleh manusi-manusia yang tidak pernah memikirkan orang lain dan lingkungan hidup, mereka hanya memikirkan perut mereka sendiri.
Mereka tidak sadar kalau yang mereka lakukan akan memusnahkan bumi kita ini, mereka tidak sadar bahwa dengan banyaknya pohon yang ditebang akan berakibat bencana alam. Mereka membodohi masyarakat desa untuk beramai-ramai membakar dan menebang pohon dihutan dan digunung dengan diberi imbalan, masyarakat desa yang lugu dan tidak tahu akan dampaknya setuju saja akan hal itu, masyarakat desa hanya dijadikan alat, bukan dibentuk supaya menjadi cerdas, mereka dibiarkan bodoh supaya masyarakat desa tidak berontak. Buldozer meraung merobek hutan nan lebat.
Sikakek teringat akan masa lalunya dimana waku itu hutan dan gunung begitu hijau dan lebat, binatang penghuni hutan riang mereka hidup disana, pohon-pohon tumbuh dengan bebas, suara kicau burung, suara auman harimau, salin bersahutan, si kakek banyak menghabiskan waktu kecilnya dikelebatan hutan dan gunung yang hijau, dimana waktu itu hutan dan gunung tidak dijaga, tapi tetap hijau dan asri.
Sikakek tersadar dari lamunannya ketika didepan iringan truk-truk mengangkut kayu gelondongan dengan santai lewat didepan sang kakek, kakek itupun hanya dapat manatap pilu dan getir, melihat hutan dan gunungnya dimasa kecil musnah oleh keserakahan .
Dan didalam hatinya muncul pertanyaan "Kenapa Waktu dulu hutan tidak dijaga tetap hijau dan lebat, tapi justru sekarang Hutan dijaga malah dibabat.(@Imat2004)

No comments: