Wednesday, November 24, 2004

TokO bUkU dan PerpUstaKaaN

Di salah satu toko buku waktu itu dikota kecil yang padat, terlihat orang-orang banyak sekali pengunjungnya, kebanyakan sich membaca ditempat atau dijadikan tempat untuk janjian, akan tetapi situasi ini sangat baik sekali, karena secara tidak langsung bahwa masyarakat dikota itu masih punya minat baca yang baik, karena banyak sekali komentar dan argumen yang menyatakan bahwa minat banyak masyarakat Indonesia sangat kurang, padahal kenyataan dilapangan tidaklah demikian, yang ada justru adalah kesempatan dan kemudahan untuk mendapatkan bahan bacaan itu. Seperti diketahui bahan bacaan terutama buku sangat mahal sekali harganya, ada yang murah tetapi kualitas kertas dan isinya kadang tidak baik.
Dilain suasana dikota yang sama, suasana justru sebaliknya, sepi dan terlihat staf perpustakaan ada yang terkantuk-kantuk dan sebagian ada yang mengobrol memang ada beberapa orang pengunjung datang kesana, akan tetapi melihat keadaan ini sangatlah memprihatinkan, seharusnya justru perpustakaanlah yang seharusnya ramai dikunjungi pembaca jika memang masyarakat kita sudah tinggi minta bacanya, seperti diketahui fasilitas dan tempat baca perpustakaan dikota itu sudah lumayan layak, apa yang salah?, manajemennya kah atau dana, atau pengakuan atau kebijakan yang salah ?, itu perlu dipertanyakan.
Selayaknya sebuah perpustakaan harus berada dibawah langsung walikota, sehingga orang nomer satu dikota itu dapat langsung memonitor perkembangan perpustakaan, kemudian kreativitas kepala perpustakaan dalam mempromosikan koleksi dan produk dari perpustakaanya dan mendorong staffnya untuk selalu meningkatkan pelayanan dan kinerjanya.
Akan tetapi dari semua itu permasalahan dana adalah yang utama, karena kalau melihat kasus dari toko buku itu, ternyata adalah kemutakhiran data koleksi sangatlah penting, lihatlah toko buku banyak sekali buku-buku baru yang selalu menjadi daya tarik pengunjung toko buku, walaupun sekedar untuk membaca, justru timbul pertanyaan , kenapa perpustakaan tidak dapat seperti itu?, kalau faktornya dana, kenapa tidak cari solusi untuk kerjasama , baik dengan toko buku maupun dengan perpustakaan lainnya.
Tetapi sudah mungkin ini merupakan PR buat kita semua untuk memajukan lagi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan salah satu pusat pelayanan informasi dan kemajuan bangsa, Perpustakaan harus membawa perubahan sosial bagi masyarakatnya......berlanjut nich nanti aja yach dilanjutinnya ?.......im

1 comment:

upay said...

whoa .. kasihan yang punya toko dong .. hehehe