Friday, December 3, 2004

Antara dua pilihan....

"Kamu harus mendapatkan yang sama-sama mempunyai keturunan darah biru ya, jika tidak kamu dapatkan kamu akan dinikahkan dengan saudara jauh yang masih punya keturunan yang sama", kata-kata itu dilontarkan ayah sigadis yang sedang beranjak dewasa. Sigadis terdiam mendengarkan apa yang dikatakan ayahnya, dan tidak berkata-kata ataupun membantahnya walaupun mungkin dalam hati kecilnya memberontak, apalagi dengan usia sigadis yang lagi masa-masanya mencari jati diri.
Sigadis melamun diteras rumahnya sore itu sambil teringat akan kata-kata ayahnya kemarin, hatinya galau, karena dia saat ini sedang dekat dengan seseorang yang dia sayangi dan sekarangpun sedang menunggu kedatangannya. Timbul keraguan sigadis karena teringat omongan si ayah, sigadis teringat masa-masa yang dilalui bersama teman prianya sewaktu kuliah dahulu yang begitu indah kata orang-orang sich.
Hubungannya dengan teman prianya sudah berjalan lumayan lama semenjak kuliah dahulu, tetapi dengan kata-kata si ayah, si gadis merasa terkejut dan terlihat air mukanya merasa sedih dan bimbang. Dia takut apa yang menjadi harapan dan impiannya selama ini menjadi kandas ditengah jalan, dia ragu karena jika melanggar amanat orang tua akan berakibat fatal dan jika menurut orang tua akan makan hati dan batinnya akan merasa tersiksa
Hal ini belum diceritakan dengan teman prianya dikarenakan takut kecewa, yang akhirnya akan menyakiti hati teman prianya......bersambung sibuk soalnya mau nerusinnya hehehehe


No comments: